Zikrayaat

Tuesday, June 22, 2010

Cinta Ranting dan Pohon

Cinta dalam setangkai ranting & Cinta dalam sebatang pohon




Suatu ketika plato berbicara dengan gurunya...


Plato bertanya makna cinta dan gurunya pun menjawab: "masuklah ke dalam hutan, pilih dan ambillah satu batang ranting yg menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan jangan kembali ke belakang. Pada saat kau sudah memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut".


Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya bertanya, maka jawab Plato:


"Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yg bagus, tetapi saya berfikir barangkali di depan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yg sudah saya tinggalkan tadilah yg terbaik. Maka saya keluar hutan tanpa membawa apa-apa."


Guru itupun berkata:"itulah cinta"

Lalu Plato pun bertanya apa makna perkahwinan


Guru pun menjawab:"Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau haruslah membawa satu pohon yang kau fikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan."



Maka masuklah Plato ke dalam hutan & keluarlah Plato dengan membawa pohon yg tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah.Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato:

"Saya dapati pohon yang indah daunnya, besar batangnya...tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan...akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya temukan pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak akan menemukan pohon seperti ini di depan sana. Akhirnya saya pilih pohon ini karena saya yakin boleh merawatnya & menjadikannya indah."


Lalu sang guru berkata:"Itulah makna perkahwinan."


Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon beserta rantingnya didalam hutan, tapi kita mesti menentukan satu pilihan dan bila terlalu memilih...tidak satupun akan kita dapati, karena kesempatan itu hanya sekali & kita harus terus maju sperti waktu yg bergulir ke depan yg tidak pernah tersimpan pada hari kemaren & bersemayam pada masa lalu kita.

Murottal al-Quran