Al-Tabarani meriwayatkan dalam al-Mukjam al-Awsat dari Ibn Umar r.a bahawa beliau berkata : Aku pernah hidup pada zaman sebelum ini bahawa seseorang di kalangan kami dikurniakan keimanan sebelum al-Quran.Turunnya al-Quran kepada Nabi Muhammad saw lalu dipelajari halal dan haramnya dan apa yang perlu diberhenti mengkajinya dari hukum-hukum sebagaimana kamu belajar tentang al-Quran itu.Kemudian selepas itu aku memerhatikan lahir di kalangan umat ini golongan yang dikurniakan al-Quran sebelum iman lantas dia membacanya dari al-Fatihah hingga ke penutupnya dia tidak mengetahui suruhannya dan larangannya dan apa yang perlu diperhatikan olehnya dalam ayat-ayat itu, menaburkannya sebagaimana menabur buah kurma yang sudah rosak .
Bait-bait pantun untuk dijadikan renungan...
Tutup aurat satu tuntutan,
Dalam keluarga wajib tekankan,
Kalau tak ikut gunalah rotan,
Demi melaksanakan perintah Tuhan.
Aurat ditutup mestilah lengkap,
Tudung litup termasuk skap,
Mini telekong pun orang cakap,
Elok dipandang tak payah pun ‘make up’.
Sekurang-kurangnya berbaju kurung,
Lebih elok jubah mengurung,
Kaki pula mesti bersarung,
Ditumit kaki syaitan bertarung.
Kalau wanita menutup aurat,
Orang jahat tak berani ngorat,
Bahkan boleh menjadi ubat,
Orang memandang boleh bertaubat.
Pakaian modern(?) memanglah hebat,
Harganya mahal walaupun ketat,
Walaupun cantik tetapi singkat,
Orang memakaipun nampak pusat.
Berseluar ketat baju pun ketat,
Jarangnya pulak boleh dilihat,
Orang yang memakai terus dilaknat,
Oleh Allah, Rasul dan Malaikat…
-
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Thursday, February 26, 2009
Apasal Malas Sembahyang
Tuhan kasi engkau jasad siap-siap dengan bayang,
Bukan ke lebih beruntung daripada tiang,
Berdiri tanpa roh siang malam.......
Apasal kau malas sembahyang,
Hidup dah best hatipun senang,
Negara pun dah aman tidak lagi hidup berdagang,
Takkan lima minit kau tak boleh luang??....
Apasal kau malas sembahyang,
Tuhan kasi otak supaya kau tak bengang,
Tuhan bagi akal bokeh fikir susah dan senang,
Tuhan kasi nikmat kenapa engkau tidak kenang????
Apasal la kau malas sembahyang,
Main bola kau sanggup sampai petang,
Beli tiket konsert kau sanggup sampai petang,
Apa kau ingat masuk syurga boleh berhutang...???
Apasal la kau malas sembahyang,
Kau kena ingat umur kita bukan panjang,
Pagi kita sihat petang boleh kejang,
Nanti dalam kubur kena balun sorang-sorang.....(nauzubillah)
Apasal la kau malas sembahyang,
Seksa neraka cubalah kau bayang,
Perjalanan akhirat memang terlalu panjang,
Janji Allah Taala akan tertunai tiada siapa boleh halang!!!!!
Ingatlah wahai rakan dan taulan,
Sematkanlah di hati wahai kawan-kawan,
Fikirkanlah sejenak pada orang tua pesan,
SEMBAHYANGLAH KAMU SEBELUM KAMU DISEMBAHYANGKAN....
Wednesday, February 18, 2009
Indahnya malam pertama kita
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkahwinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu.........mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan kebaju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..
itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian
sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya....
tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu
apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...
Dan tak seorangpun yang tahu....
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkahwinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu.........mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan kebaju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..
itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian
sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan.. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya....
tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu
apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...
Dan tak seorangpun yang tahu....
Subscribe to:
Posts (Atom)






